Selasa, 21 Desember 2010

Anak vs Orangtua

Anak dan orangtua memiliki hubungan yang rumit. Seringnya terjadi kesalahpahaman antara keduanya semua itu dapat dipicu oleh banyak hal. Seorang anak memulai harinya mempelajari dunia, sejak dia bernafas untuk pertama kalinya di dunia. Kecenderungan seorang anak adalah mengikuti apa yang dilihat pertama kali. Kecenderungan orangtua adalah tanpa sadar sering kali memberikan contoh yang salah kepada anaknya. Dan ternyata dari banyak situasi teman dari si orang tua pun memberikan banyak pengaruh kepada si kecil.

Saat seorang anak sering di marahi, maka dia akan menjadi mudah marah terhadap orang di sekitarnya. Saat seorang anak sering mendengar kata-kata kasar maka dia akan pandai mengucapkannya, lucunya saat balita ngucapin kata-kata kotor itu, hei lihatlah semuanya tertawa. Menganggap kata-kata yang tak seharusnya di ucapin seorang balita lucu karena yang ngucapin adalah seorang balita adalah kesalahan besar. Saat balitapun mereka akan senang akan pujian, saat semua tertawa bersama mereka, mereka akan menganggap bahwa apa yang dia lakuin adalah benar. Maka otak mereka yang masih polos akan menyimpannya di memori mereka. Tahukah kalian bayi memiliki ingatan yang sangat bagus. Mereka menyimpannya dalam ingatan mereka yang paling dalam. Dan terkadang tanpa sadar saat mulai dewasa memori itu akan muncul dengan sendirinya.

Anak adalah permata orang tua. Namun anak adalah cerminan didikan orang tua. Orang tua yang pemarah anaknya pun akan mudah marah. Seperti gen yang menurun. Tapi itu karena saat masih balita, anak sering mendengar dan melihat orang tua nya marah.

Anak yang tumbuh dengan sering di hina maka dia akan menjadi orang yang rendah diri, pemalu, minder di hadapan orang lain. Dan sayangnya sedikit dari orang tua yang menyadari apa yang sudah mereka lakukan terhadap anak mereka. Semua adalah terbaik untuk anakku tapi anakku gak pernah mencoba mengerti orang tuanya. Sudahkah melihat ke dalam masa lalu? Seperti apakah anda dulu? Dan lihatlah bukankah anakmu benar-benar serupa denganmu.

Anak yang hidup dengan penuh pujian akan menjalani hidup yang berbeda dengan anak yang hidup dengan penuh makian.

Ayah dan anaknya. Ibu dan anaknya. 2 pribadi dalam mengasuh anak mereka tanpa kebersamaan akan sulit untuk keberhasilan.

Anak yang jarang bertemu dengan orangtuanya apabila orangtua gak bisa cari cara untuk dekat dengan anaknya, maka saat mereka sadar anak mereka akan jauh dari mereka.

Gimana sih cara jadi orangtua yang benar???
Kita ingin yang terbaik untuk anak-anak kita kan....
Tapi seperti apa sih yang terbaik untuk anak kita itu?
Uang yang banyak?
Pendidikan bagus?
Baju mahal?

Besok d'lanjutin lagi dah nulisnya.
>.< otakku uda blank.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar