Dunia anak-anak.
Saat sudah dewasa kita terkadang lupa seperti apa dunia anak-anak.
Anak-anak akan berpikir, hei kami ini tidak tahu kalau yang kami lakuin ini salah. Kami hanya ingin bersenang-senang. Kenapa kalian marah pada kami. Kenapa kalian suka sekali memarahi kami. Kami cuma seorang anak yang ingin tahu. Tunjukkan jalan pada kami. Bimbinglah kami. Beritahu kami. Kami adalah peniru yang baik. Saat kau ayah ibu marah maka kamipun belajar marah. Saat kau ayah ibu membentak maka kamipun belajar membentak. Saat kau ayah ibu memukul maka kamipun belajar memukul. Hal yang negatif lebih mudah untuk kami tiru.
Seorang anak belajar memaafkan dan belajar minta maaf saat tau dirinya bersalah hanya bisa terjadi jika sang orangtua menunjukkan bagaimana melakukannya saat mereka kecil. Pada saat itu otak si kecil akan mengingatnya dan akan menjadi kebiasaannya. Hal yang anda perlukan adalah berbicara pada mereka dari hati ke hati dan pandanglah mata mereka. Memintamaaflah kepada mereka jika kau tanpa sadar melukai perasaan mereka dan mereka akan belajar minta maaf. Maafkanlah perbuatan mereka yang salah serta jelaskan apa kesalahan mereka. Katakan kau sayang mereka, maka mereka akan belajar memaafkan dan menyayangimu.
Sayangnya terkadang hal yang luput dilakuin orang tua adalah berbicara dengan memandang wajah anak mereka. Lihatlah ke dalam mata mereka dan kau akan tahu seperti apa mereka.
Beri mereka hadiah saat mereka melakukan kebaikan dan mereka akan belajar jika mereka berusaha mereka pasti akan mendapat sesuatu yang manis.
Anak yang di manja akan sulit untuk bertahan di dunia yang keras. Anak yang di kerasin akan menjadi pribadi yang keras. Anak yang di abaikan akan mengabaikan Anda pada akhirnya.
Tidak mudah menjadi orang tua yang baik bukan??
Beri anakmu hukuman saat mereka benar-benar bersalah.
Tapi bukan pukulan. Bukan dengan tamparan. Bukan dengan makian. Suruh mereka menyendiri dan merenungi apa yang mereka perbuat. Lakuin ini sejak mereka balita. Setelah hukuman pandang mata mereka katakan kalian sayang pada mereka dan beritahu jika kalian hanya ingin mereka tahu apa yang mereka lakuin salah. Peluk mereka. Maafkanlah. Pada saat itu, mereka juga sedang mempelajari hal baru lainnya.
Yang paling utama jangan memberikan anak yang menangis apa yang mereka mau. Jangan pedulikan mereka yang menangis walau hati anda teriris saat mendengarnya, karena itulah cara mereka melemahkan pertahanan anda sebagai orang tua. Abaikan mereka hingga mereka diam. Jangan berbicara pada mereka sebelum mereka diam. Saat sudah maka pada saat itu anda dapat mendekati mereka. Berikan penjelasan. Jangan gunakan nada tinggi karena pada saat itu mereka akan merekamnya dalam ingatan mereka. Penggunaan nada tinggi akan membuat mereka saat menghadapi hal yang sama dengan dunianya akan menggunakan nada tinggi.
Dunia anak-anak adalah dunia meniru. Lihatlah apa yang mereka mainkan, masak-masakan, rumah-rumahan, perang-perangan semua itu mereka lakukan dengan meniru. Perhatikan langkahmu saat kau memberikan mereka apa yang akan mereka tiru.
Anak adalah cerminan orangtuanya.
Selasa, 21 Desember 2010
Anak vs Orangtua
Anak dan orangtua memiliki hubungan yang rumit. Seringnya terjadi kesalahpahaman antara keduanya semua itu dapat dipicu oleh banyak hal. Seorang anak memulai harinya mempelajari dunia, sejak dia bernafas untuk pertama kalinya di dunia. Kecenderungan seorang anak adalah mengikuti apa yang dilihat pertama kali. Kecenderungan orangtua adalah tanpa sadar sering kali memberikan contoh yang salah kepada anaknya. Dan ternyata dari banyak situasi teman dari si orang tua pun memberikan banyak pengaruh kepada si kecil.
Saat seorang anak sering di marahi, maka dia akan menjadi mudah marah terhadap orang di sekitarnya. Saat seorang anak sering mendengar kata-kata kasar maka dia akan pandai mengucapkannya, lucunya saat balita ngucapin kata-kata kotor itu, hei lihatlah semuanya tertawa. Menganggap kata-kata yang tak seharusnya di ucapin seorang balita lucu karena yang ngucapin adalah seorang balita adalah kesalahan besar. Saat balitapun mereka akan senang akan pujian, saat semua tertawa bersama mereka, mereka akan menganggap bahwa apa yang dia lakuin adalah benar. Maka otak mereka yang masih polos akan menyimpannya di memori mereka. Tahukah kalian bayi memiliki ingatan yang sangat bagus. Mereka menyimpannya dalam ingatan mereka yang paling dalam. Dan terkadang tanpa sadar saat mulai dewasa memori itu akan muncul dengan sendirinya.
Anak adalah permata orang tua. Namun anak adalah cerminan didikan orang tua. Orang tua yang pemarah anaknya pun akan mudah marah. Seperti gen yang menurun. Tapi itu karena saat masih balita, anak sering mendengar dan melihat orang tua nya marah.
Anak yang tumbuh dengan sering di hina maka dia akan menjadi orang yang rendah diri, pemalu, minder di hadapan orang lain. Dan sayangnya sedikit dari orang tua yang menyadari apa yang sudah mereka lakukan terhadap anak mereka. Semua adalah terbaik untuk anakku tapi anakku gak pernah mencoba mengerti orang tuanya. Sudahkah melihat ke dalam masa lalu? Seperti apakah anda dulu? Dan lihatlah bukankah anakmu benar-benar serupa denganmu.
Anak yang hidup dengan penuh pujian akan menjalani hidup yang berbeda dengan anak yang hidup dengan penuh makian.
Ayah dan anaknya. Ibu dan anaknya. 2 pribadi dalam mengasuh anak mereka tanpa kebersamaan akan sulit untuk keberhasilan.
Anak yang jarang bertemu dengan orangtuanya apabila orangtua gak bisa cari cara untuk dekat dengan anaknya, maka saat mereka sadar anak mereka akan jauh dari mereka.
Gimana sih cara jadi orangtua yang benar???
Kita ingin yang terbaik untuk anak-anak kita kan....
Tapi seperti apa sih yang terbaik untuk anak kita itu?
Uang yang banyak?
Pendidikan bagus?
Baju mahal?
Besok d'lanjutin lagi dah nulisnya.
>.< otakku uda blank.
Saat seorang anak sering di marahi, maka dia akan menjadi mudah marah terhadap orang di sekitarnya. Saat seorang anak sering mendengar kata-kata kasar maka dia akan pandai mengucapkannya, lucunya saat balita ngucapin kata-kata kotor itu, hei lihatlah semuanya tertawa. Menganggap kata-kata yang tak seharusnya di ucapin seorang balita lucu karena yang ngucapin adalah seorang balita adalah kesalahan besar. Saat balitapun mereka akan senang akan pujian, saat semua tertawa bersama mereka, mereka akan menganggap bahwa apa yang dia lakuin adalah benar. Maka otak mereka yang masih polos akan menyimpannya di memori mereka. Tahukah kalian bayi memiliki ingatan yang sangat bagus. Mereka menyimpannya dalam ingatan mereka yang paling dalam. Dan terkadang tanpa sadar saat mulai dewasa memori itu akan muncul dengan sendirinya.
Anak adalah permata orang tua. Namun anak adalah cerminan didikan orang tua. Orang tua yang pemarah anaknya pun akan mudah marah. Seperti gen yang menurun. Tapi itu karena saat masih balita, anak sering mendengar dan melihat orang tua nya marah.
Anak yang tumbuh dengan sering di hina maka dia akan menjadi orang yang rendah diri, pemalu, minder di hadapan orang lain. Dan sayangnya sedikit dari orang tua yang menyadari apa yang sudah mereka lakukan terhadap anak mereka. Semua adalah terbaik untuk anakku tapi anakku gak pernah mencoba mengerti orang tuanya. Sudahkah melihat ke dalam masa lalu? Seperti apakah anda dulu? Dan lihatlah bukankah anakmu benar-benar serupa denganmu.
Anak yang hidup dengan penuh pujian akan menjalani hidup yang berbeda dengan anak yang hidup dengan penuh makian.
Ayah dan anaknya. Ibu dan anaknya. 2 pribadi dalam mengasuh anak mereka tanpa kebersamaan akan sulit untuk keberhasilan.
Anak yang jarang bertemu dengan orangtuanya apabila orangtua gak bisa cari cara untuk dekat dengan anaknya, maka saat mereka sadar anak mereka akan jauh dari mereka.
Gimana sih cara jadi orangtua yang benar???
Kita ingin yang terbaik untuk anak-anak kita kan....
Tapi seperti apa sih yang terbaik untuk anak kita itu?
Uang yang banyak?
Pendidikan bagus?
Baju mahal?
Besok d'lanjutin lagi dah nulisnya.
>.< otakku uda blank.
Langganan:
Komentar (Atom)